anti copas

Jumat, 11 Oktober 2013

abadi

badanku gemetar
kakiku dingin
dan lain
ketika hatiku berhenti ber asa atau berasa

lagu lain pula
mendengarnya aku tak mampu
mana mungkin nafas tinggal separuh
dan mereka disini!
melihatku gemetar

cukup!
aku menyerah!
aku ikut pulang, naik kapal
lewati sungai bermuara abadi

syair kami pejuang lalu

beberapa waktu
kala kulitku masih begitu kuat
membungkus peluru
yang mereka telah tembakkan

darahku mendidih dibakar emosi
meyakini yang benar dan kami benar
bambuku, emosi dan darahku
tumpah dalam merah putih kini

KENANG! KENANGLAH PERJUANGAN KAMI!
yang putih tanpa  korupsi
yang berani tanpa kolusi
yang mendidih tanpa anarkis

hingga kini kami mati
dibunnuh, dikubur kenangan
lapuk rapuh berdebu
kalian yang hina merendahkan perjuangan kami
dibuai harta diangungkan derajat
hingga lupa diri
akkan benar benar tinggi
sudah pergi! aku malu sampai mati

senja

senja ore ini
gambarkan lukisan illahi
pandangan luas hingga jauh
terlihat begitu indah bahagia
aku yang kini melihatmu
tak ingin lebih
biar indah hanya sekali
senjamu indah sederhana

menanti

kemilau bintang malam ini
mungkinkah cerminkan surga?
katakan bagaimana kau disana
apa kau terlena dan lupa pulang?

kalian memang pelupa
sudah termakan usia
kini aku dewasa
tak lagi nakal, pulanglah..

aku menunggumu, dirumah
ya rumah ini..
yang sejak kau tinggalkan
kami tetap disini
supaya kau tak tersesat dan lupa pulang

Selasa, 30 Juli 2013

untitled

kala terlampau sulit
memuliakan diri sendiri
aku yang terlanjur hina
memang takkan putih lagi
mungkin tenggelam
terlalu dalam
hingga mati
dalam gelap menakutkan
perasaan dendam
aku bukan yang lalu
kini menjadi terlalu sulit
kembali murni
tak lagi kutemui
setitik putih nurani
membekas dalam hati yang dulu
pernah suci..

hilang

hilang..
sampai kapan kau tiada?
menaruh amarah pada keadaan
kian lama kian ganas

hilang..
hingga kemudian kau temukan hilangmu
aku mungkin tak lagi sama
aku terkikis peristiwa terasah luka
dan masihkah kita satu?
atau mungkin telah hilang..

Rabu, 22 Mei 2013

belum ada judul

bagai awan yang mendamba tiap tetes uap
yang naik keatasnya
terbang namun statis
demi itupun aku seperti bimbang
seperti ingin selalu terbangun pagi sejuk
dengan ribuan aliran air embun

namun ketidakpastian ini
membawaku terbangun hanya dalam bayangan
kamu..